Khutbah Iduladha: Hakikat Pengorbanan di Masa Pandemi
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Kesetujuan dan kecendrungan umat Islam tepi barat untuk membangun masjid baru ( MUjahidin = sekarang )ini dilatar belakangi oleh beberapa hal sebagai berikut :a. Letak geografis yang terlentang luas yang dibatasi oleh sungai Ijogading yang menyebabkab adanya pembagian wilayahb. Perkembangan penduduk yang kian bertambah baik karena kelahiran baru maupun pendatang yang berasal dari luar daerah c. Sarana perhubungan untuk menunaikan ibadah shalat jum'at ke tepi timur yang kurang mendukungd. Tidak terhalang menurut syara' untuk membangun masjid baru di tepi barate. Kembali kepada fitrah manusia yang senantiasa menghendaki kemudahan dalam beribadah danf. Kesepakatan para ulama dalam menyatukan persepsi untuk membangun masjid baru Dari beberapa latar belakang tersebut, maka pada tahun 1961 M dimulailah pendirian masjid ini ( Masjid Mujahidin = sekarang ), yang sebelumnya sudah ada bangunan berupa langgar yang difungsikan untuk sholat berjamaah 5 waktu, majelis ta'lim dan kegiatan - kegiatan keagamaan lainnya. SEdangkan untuk pelaksanaan sholat Jum'at masih tetap dilaksanakan di Masjid Loloan ( Masjid Baitul Qodim ). Adapun tokoh yang pertama menjadi penggerak pendirian Masjid Loloan Barat ini adalah Datuk H. Basuni, Datuk H. Zaini, Datuk H. Amin dan Datuk H. Usman.Lebih lanjut mengenai asal usul tanah wakaf, tempat pembangunan masjid ini adalah :a. Wakif pertama ( yang berwakaf ) tanah masjid ini bernama Datuk H. Moh. Thahir, beliau ini seorang saudagar kaya/dermawan juga Tuan Guru pada masa itu, telah mewakafkan tanah miliknya yang terletak di sebelah kamar bola ( Billyard = zaman Belanda )b. Wakif kedua bernama Datuk H. Noor beliau juga saudagar kaya / dermawan yang pada saat itu beliau dipercayakan sebagai pejabat Penghulu pertama di Loloan. Tanah ini sebelumnya dipergunakan untuk Kamar Bola ( Billyard ), kemudian diwakafkan untuk tanah masjid.Pembangunan masjid pertama luasnya kira - kira 356 M2 (16x16m) dan sejak selesainya masjid ini belum bernama.Sejak tahun 1918 M Masjid Loloan Barat ini barulah dberikan nama dengan nama Masjid NOOR, penamaan ini tidak ada hubungannya dengan nama Datuk H. Moh Noor sebagai wakif. Dengan asal mula bangunan masjid ( bangunan Masjid pertama ) berbentuk Masjid Jawa Kunoatau still Joglo yang disangga oleh empat tiang yang besar- besar.Sejak pemindahan jenazah para Syuhada /pahlawan dari Pekuburan Umum Kab.Jembrana ke Taman Makam Pahlawan Negara pada tanggal 10 November 1960, maka Masjid 'NOOR" berganti nama menjadi Masjid "Mujahidin". Nama Mujahidin berarti, para pejuang, semakin mantap dipergunakan ketika Pemerintahan Orde Baru mengadakan penumpasan G.30S/PKI pada tahun 1965. Hal ini dibuktikan ketika pada tanggal 30 September 1965, umat Islam dengan dukungan ABRI mengadakan penyerbuan ke "Sarang PKI" di TEgal Badeng, dimana sebelumnya menyerbu ke Tegal Badeng umat Islam terlebih dahulu melakukan shalat Maghrib berjama'ah di Masjid Mujahidin Loloan Barat.
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Khutbah Pertama اَلْØÙŽÙ…ْد٠للهÙ..